Senin, 12 Maret 2012

Tingkat-tingkat Kesadaran Pada Manusia

Tingkat-tingkat Kesadaran Pada ManusiaTingkat-tingkat Kesadaran Pada Manusia
Tahukah sobat, kalau ternyata kesadaran yang kita miliki memiliki beberapa tingkatan. ini dikarenakan oleh beberapa faktor seperti kondisi bada, kesehatan, stamina dan lain sebagainya. dalam garis besar tingkat kesadaran manusia di bagi menjadi 7 bagian yakni: Sadar, Bingung, Mengigau, Mengantuk, Tertumpul, Stupor, dan Koma. untuk lebih jelasnya berikut ini adalah tabel dari tingkat kesadaran manusia.

Tingkat kesadaran
Tingkat
Rangkuman
Deskripsi
NormalPenilaian melibatkan pemeriksaan orientasi: orang yang mampu segera dan spontan menyatakan nama, lokasi, dan tanggal atau waktu dikatakan terorientasi dengan diri, ruang, dan waktu, atau terorientasi X3. Tahap tidur normal dimana seseorang mudah sadar juga dipandang sebagai tingkat kesadaran normal. “Pengawanan kesadaran” adalah istilah untuk perubahan ringan kesadaran dalam hal perhatian dan keterjagaan.
Tidak terorientasi; berpikir dan merespon tidak baikOrang yang tidak merespon dengan cepat informasi mengenai nama, lokasi, dan waktunya dipandang “tumpul” atau “bingung”. Orang yang kebingungan dapat limbung, tidak terorientasi, dan memiliki kesulitan mengikuti perintah. Orang ini dapat berpikir lamban dan kemungkinan kehilangan ingatan tentang waktu. Hal ini dapat disebabkan oleh kurang tidur, gizi kurang, alergi, polusi lingkungan, obat (resep atau bukan), dan infeksi.
Tidak terorientasi; tidak tenang, halusinasi, kadang delusiBeberapa skala memiliki “mengigau” dibawah level ini, dimana seseorang dapat tidak tenang atau gelisah dan menunjukkan penurunan perhatian.
mengantukOrang yang mengantung menunjukkan kantuk berlebihan dan merespon rangsangan hanya dengan gumaman yang tidak koheren atau gerakan yang tidak terorganisir.
Keterjagaan yang menurun; respon psikomotor melambatDalam kondisi tumpul, seseorang memiliki minat yang menurun pada lingkungannya, respon yang melambat, dan mengantuk.
Keadaan mirip tidur (bukan tidak sadar); sedikit/tidak ada aktivitas spontanOrang dengan tingkat kesadaran lebih rendah, stupor, hanya merespon dengan meringis atau menarik diri dari rangsang menyakitkan.
Tidak dapat disadarkan; tidak ada respon pada rangsanganOrang yang koma tidak membuat respon pada rangsangan, tidak memiliki reflex kornea atau muntahan, dan mereka tidak memiliki respon pupil pada cahaya.

Referensi
  1. Kandel ER, Jessell, Thomas M.; Schwartz, James H. (2000). Principles of neural science. New York: McGraw-Hill.
  2. Kruse MJ (1986). Nursing the Neurological and Neurotrauma Patient. Totowa, N.J: Rowman & Allanheld. pp. 57–58.
  3. Porth C (2007). Essentials of Pahtophysiology: Concepts of Altered Health States. Hagerstown, MD: Lippincott Williams & Wilkins. pp. 835.
  4. Tindall SC (1990). “Level of consciousness”. In Walker HK, Hall WD, Hurst JW. Clinical Methods: The History, Physical, and Laboratory Examinations. Butterworth Publishers. Retrieved 2008-07-04.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More